Mahasiswa KMP Dari UPI dan UNNES Inisiatif Bikin Alat Cuci Tangan Otomatis

Walapatra.com — Mahasiswa yang tergabung dalam program Kampus Mengajar Perintis (KMP), berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Semarang pada Senin, (13/12) memberikan sarana cuci tangan otomatis kepada SD Negeri 3 Balerane Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon.

Alat tersebut dibuat oleh mahasiswa UPI yakni, Nelsa Indah Artamevia dari Program Studi Fisika, Suroto dari Program Studi Teknik Elektro, Zulfa Nur Azizah dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris serta mahasiswa UNNES yakni Armanda Javier Usman dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.

cuci tanganTujuan pembuatan alat tersebut diharapkan dapat membantu siswa dan guru saat hendak mencuci tangan, tidak perlu bersentuhan dengan keran. Sebagai upaya agar mengurangi paparan Covid-19 dan dapat menjaga kebersihan terutama kebersihan tangan serta mematuhi protocol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Alat cuci tangan ini bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi tangan, microcontroller Arduino uno sebagai pengendali utama dan juga water pump sebagai pemompa air.

Didesain untuk dihubungkan dengan sensor yang akan memberikan informasi keadaan obyek atau lingkungan di sekitarnya dan kemudian mengolah informasi tersebut untuk kemudian menghasilkan suatu aksi. Proses ini akan dilakukan berulang-ulang. Siklusnya adalah masukan (input) > proses > keluaran (output). Siklus tersebut akan terus diulang-ulang hingga Arduino kehilangan suplai daya(mati). Maka sederhananya air akan mengalir dan membasahi tangan.

alat

Karena alat ini bekerja secara otomatis maka tangan pengguna lebih terjamin kebersihannya, tidak hanya itu alat cuci tangan otomatis juga didesain seminimal mungkin sehingga sangat efisien tempat. Hal ini sangat berguna terutama di tempat public, seperti sekolah yang memang ramai dikunjungi dimana pastinya akan meningkatkan risiko penularan covid-19, dengan menggunakan mesin cuci tangan otomatis maka bisa mengurangi risiko penularan dengan mengurangi kontak fisik dan juga mengurangi perpindahan bakteri antar manusia.

Baca Juga:  Sebelum Disebar, Inilah Potret Pimpinan dan Mahasiswa STKIPMku Kunjungi Wisata Ikonis Malaysia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *