Opini  

Teknologi Dalam Evaluasi Pengembangan Diri

Kuninganglobal.com — Telah kita ketahui bahwa proses pembelajaran akan berakhir dengan munculnya hasil belajar. Hasil belajar dapat diketahui melalui tes atau ujian dengan berbagai macam instrument tes. Menurut saya, hasil belajar bukan hanya dalam bentuk nilai raport, melainkan juga perubahan tingkah laku peserta didik dan pengembangan diri yang terjadi.

Sekolah seringkali mengutamakan penilaian intelektual sehingga kadangkala pengembangan diri sedikit luput dari perhatian. Untuk itu, ketika hasil belajar kurang maksimal maka aka nada proses evaluasi, termasuk dalam hal ini pengembangan diri siswa. Adapun pengembangan diri yang saya maksud yaitu pengembangan hardskill peserta didik, utamanya public speaking. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan tersebut menjadi penunjang masa depan siswa.

Saya melihat disalah satu sekolah dasar di lingkungan sekitar yang memiliki banyak siswa dengan intelktual yang baik, namun kurang dalam pengembangan dirinya. Di zaman era globalisasi ini kita sebagai guru milenial bisa memanfaatkan teknologi untuk mengevaluasi hal itu, sehingga penilaian pengembangan diri siswa tidak hanya berupa catatan kecil disudut buku raport, melainkan bisa lebih detail lagi. Banyak aplikasi yang dapat menunjang proses evaluasi itu.

Setelah mengevaluasi dan menganalisis kekurangan pada siswa, kita bisa mencari solusinya lagi-lagi dengan memanfaatkan teknologi. Misalnya, guru membuat konten materi untuk pembelajaran yang dapat mengembangkan hardskill siswa dengan semenarik mungkin. Sebisa mungkin siswa merasa enjoy dan tertarik, serta menjadi aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan tanpa sadar siswa telah melatih kemampuannya.

Untuk itu, sebagai guru milenial adalah hal penting memiliki kemampuan dalam menguasai teknologi, karena di zaman digitalisasi siswa tidak bisa terpisahkan dengan teknologi. Jangan sampai  kegagapan dalam mengikuti perkembangan zaman membuat keprofesionalan guru dalam diri kita berkurang dan menjadi faktor penghambat kemajuan pendidikan di negri tercinta ini.

Baca Juga:  Kebosanan Sebagai Tantangan Utama dalam Pendidikan Dimasa Pandemi

Penulis: Apri Daniati, mahasiswi Prodi PGSD semester 3A STKIP Muhammadiyah Kuningan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *