Opini  

Pentingnya “K.A.P” Dalam Pendidikan dan Kehidupan

Kuninganglobal.com — Pada abad modern ini, segala tuntutan dan permasalahan untuk membangun peradaban bangsa semakin kompleks, begitu pula dalam bidang pendidikan. Pengetahuan saja tidak cukup untuk menjawab semua problematika kehidupan masyarakat.

Sangat disayangkan, pendidikan saat ini lebih banyak difokuskan siswa harus paham pengetahuan tanpa dibarengi dengan sikap dan tindakan akan pengetahuan yang didapatkan. Mengingat bahwa sebagian pembelajaran sekolah hanya bertujuan kepada siswa harus paham pelajaran yang disampaikan, serta masyarakat kita masih menganut persaingan hasil akhir belajar di sekolah.

Tak heran apabila siswa–contohnya saya sendiri ditanya apa yang didapat dari pelajaran yang telah dikuasai untuk kehidupan sehari-hari, hampir kebingungan untuk menjawabnya karena hanya yang penting paham dan bisa mengerjakan soal ujian.

Ironis rasanya apabila memang pemikiran yang dicontohkan diatas masih dirasakan oleh siswa di Indonesia. Sangat percuma pengetahuan hanya semata – mata didapat di instansi pendidikan, tetapi tidak tahu cara penerapan pengetahuan dalam berbagai permasalahan.

Maka, pendidikan saat ini harus bisa mengubah mindset belajar yang bukan hanya berfokus pada aspek kognitif saja, tetapi harus diperhatikan juga aspek afektif dan psikomotor dalam pembelajaran. Disinilah peran seorang pendidik sangat penting untuk memerankan aspek K.A.P (Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik) dalam keberhasilan pembelajaran.

Kognitif berhubungan dengan cara berpikir yang meliputi cara mengingat, cara menyelesaikan masalalah, cara berpikir kreatif. Afektif adalah respon, emosi, dan perilaku   yang akan mengubah sikap individu setelah menguasai kognitif. Psikomotorik sebagai kemampuan fisik individu bertindak setelah serangkaian pengalaman belajar yang dilalui.

Ketiga aspek ini masing – masing berbeda, tetapi saling menggerakkan. Ketiga aspek ini masing – masing berbeda fungsinya, tetapi saling menggerakkan satu sama lain. Aspek kognitif akan diterima apabila aspek afektif berhasil membuat siswa menerima dan pengetahuan yang diajarkan mengubah cara bersikapnya, sehingga akan sampai pada aspek psikomotorik yang mengembangkan keterampilannya berdasarkan pengalaman belajarnya. Inilah yang menentukan kesuksesan pembelajaran yang dilakukan pendidik.

Baca Juga:  Efek Pembelajaran Daring, Siswa Malas Belajar

Melihat penjelasan diatas, ketiga hal ini tidak bisa dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. Sebagai pendidik, siswa, maupun masyarakat luas harus tahu apa dan mengapa ketiga aspek ini sangat penting. Memang benar pengetahuan adalah hal yang mutlak perlu diperhatikan dan dikuasai, tetapi jangan lupa bahwa pengetahuan akan berpengaruh pada cara seseorang bersikap dan keterampilan.

Apabila saat pertama kali didapatnya pengetahuan dibarengi dengan respon baik dan membuat cara bersikap, berpikir, dan keterampilan yang lebih baik, tentu akan mengubah kualitas kehidupannya. Sehingga akan menumbuhkan manusia yang berpikir cerdas serta kritis dalam menyelesaikan setiap permasalahan, berakhlak baik secara norma dan aturan, dalam tatanan kehidupan individu dan bermasyarakat.

Penulis: Dinda Fadhialah Hijriyanah mahasiswa PGSD 3B STKIP Muhammadiyah Kuningan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *