Opini  

Inilah Tips Agar Pembelajaran Kurtilas Lebih Mudah!

Kuninganglobal.com —Berbicara tentang Kurikulum 2013 atau yang biasa kita sebut kurtilas, kurikulum  ini sudah berjalan kurang lebih 8 tahun. Pastinya bagi pendidik yang sudah lama mungkin sudah sangat paham bagaimana jalannya sistem kurtilas ini. Namun bagi kamu yang baru terjun di dunia pendidikan. Aku punya tips nih..agar pembelajaran kurtilas kamu lebih mudah. Yuk simak baik-baik!

Di era Kurikulum 2013 ini, kita sebagai guru harus mendorong siswa agar lebih mandiri dan lebih aktif dalam pembelajaran supaya mendorong kreativitas dan inovatif siswa. Eitsss tapi nihh kita sebagai guru juga jangan kalah kreatif dan inovatif yah, guru harus bisa menyusun bagaimana strategi pembelajaran yang bisa memberikan fasilitas kepada siswa agar siswa dapat mengkontruksi pembelajaran sendiri untuk pengetahuan dirinya.

Nah..untuk sistem penilaian kurtilas ini sendiri tentu saja berbeda dengan sistem penilaian sebelumnya yaitu KTSP. Terdapat 3 komponen penilaian pada sistem kurtilas yaitu penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan. Jadi penilaian terhadap peserta didik tidak terfokuskan pada nilai pengetahuan saja tetapi pada sikap dan keterampilan masing-masing siswa.

Sebagai contoh, ada dua orang anak si A dan si B, nah kedua anak ini sama sama pintar, namun si A mempunyai kepribadian yang sangat baik, dia sopan, disiplin, dan bagus dalam bersosialisasi. Sedangkan si B kurang pandai bersosialisasi dan kurang disiplin. Tentu hasil nilai akhir dari mereka berdua akan berbeda. Walaupun dari segi nilai pengetahuan mereka sama.

Maka dari itu, kita sebagai pendidik tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan saja, tetapi  harus dapat menanamkan dan mengajarkan bagaimana sikap dan moral yang baik bagi peserta didik. Karena Kurtilas ini lebih mengedepankan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik.

Baca Juga:  Pentingnya Teknologi Pada Pendidikan di Masa Pandemi

Selain dari penilaian pengetahuan dan sikap, ada penilaian keterampilan dimana guru bisa menilai peserta didik melalui kemampuannya dalam menerapkan pengetahuan melalui tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian keterampilan ini bisa dilakukan saat praktikum, tugas kelompok, dan sebagainya.

Nah….sangat mudah bukan? Intinya kita sebagai pendidik harus lebih kreatif dan inovatif supaya siswa juga dapat termotivasi untuk lebih kreatif dan inovatif juga, kita sebagai pendidik harus memberikan contoh sikap dan moral yang baik di hadapan peserta didik kita supaya peserta didik dapat mencontoh. Seperti pada suatu pepatah mengatakan bahwa “guru itu digugu dan ditiru”  jadi jangan sekali kali guru mencontohkan sikap yang buruk kepada peserta didik.

Penulis: Silvi Rahmawati, mahasiswi semester 3 Prodi PGSD STKIP Muhammadiyah Kuningan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *