Rumah yang Istimewa

Rumah Yang Istimewa

Rumah yang Istimewa

Karya : Indah Wahyuni

 

Pada suatu hari yang cerah langit yang mendukung untuk bisa berkumpul bersama orang-orang  yang disayang. Disaat itulah ada dua sosok laki laki yang bertubuh kekar dan seorang perempuan yang berwajah imut. Mereka adalah seorang ayah dan anak yang sedang duduk bersama.Dan mereka pun berbincang seperti seorang sahabat karena keakrabannya itu.

“Yah,Naila mau nanya boleh nggak?” Anak

“Boleh mau nanya apa sih Naila ku sayang.”Ayah

“Kenapa rumah ini istimewa buat ayah?” Anak

“Kenapa Naila tiba-tiba nanya kayak gitu?” Ayah (dengan wajah menggoda)

“Huff,ayah ini Naila nanya aja kok nggak boleh sih.” Anak (dengan wajah yang cemberut)

“Boleh kok,udah dong jangan cemberut mau tau ngga nih kenapa?” Ayah

“Ayahnya sih pake menggoda Naila segala” Anak (dengan wajah memanyunkan bibirnya)

“Iya deh ayah minta maaf ya Naila sayangku,jangan manyun lagi bibirnya ya.” Ayah (dengan wajah meohon)

“Iya deh Naila maafin,tapi ada syaratnya.” Anak

“Apa tuh syaratnya.”Ayah

“Ayah harus beri tahu kenapa rumah ini istimewa buat ayah?” Anak

“Oh itu ya,jadi gini rumah ini istimewa karena banyak kenangan perjuangan ayah dengan ibumu dari kita masih nol sampai sukses begini,jadi ayah ngga bisa rumah ini di jual atau sebagainya.”Ayah

“Oh gitu ya yah,jadi ayah sayang banget ya sama rumah ini dan sayang juga sama kenangan sama ibu ya.” Anak (dengan nada menggoda)

“Ya begitu lah,ayah kan akan selalu sayang ibu kok.” Ayah (dengan tawaannya)

Tiba – tiba ibu datang dengan membawa makanan untuk Suaminya dan Naila. Dan tanpa disengaja ibu mendengar suaminya mengatakan sesuatu yang membuatnya malu dengan perkataan suaminya itu.

Baca Juga:  Esok Hari

“Ayah ini apa sih malu tau ada anak kita.” Ibu

“Ya nggak papa dong bu biar anak kita tau betapa romantisnya ayah dan ibunya.” Ayah (dengan tawa nya itu)

“Cie,cie ayah sama ibu ini romantisnya nanti aja bisa kan ngga didepan Naila?” Anak (dengan wajah cemberut

“Hahahaha,iya deh iya.” Ayah & Ibu bersamaan

“Tau deh yang cemberut ni” Ayah (dengan menggoda anaknya)

“Hem ayah udah dong” Anak

“Udah dong yah kasian tuh anak kita cemberut aja.” Ibu

“Iya deh maaf maaf deh ayah salah.” Ayah (dengan wajah memelas)

Dan Naila pun pergi dari hadapan ayah dan ibunya.

 

Note : Karya diatas merupakan karya-karya yang dikumpulkan pada saat Lomba Cipta Cerpen Online yang diselenggarakan oleh BackPacker Cirebon Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *