Juni Beserta Kedinginan-Nya

Chapter 2

Sebelum membaca Chapter ini ada baiknya membaca terlebih dahulu Chapter sebelumnya yang berjudul Awal Mei

JUNI BESERTA KEDINGINAN NYA

Karya : Eka Atikah

Mei pun sudah berakhir, kini aku dihadapkan dengan Juni yang sangat abu-abu. Ku kira semuanya akan ada perubahan-perubahan yang membuat perasaan ini semakin membaik, tapi semesta kali ini tidak berpihak padaku.

Aku yang semakin gila akan sosok pria yang sama sekali tidak mengharapkan kehadiranku.

Hari demi hari jiwa ini semakin kacau, rasanya seperti ingin mati saja.

Heuhhh. Sehina itukah diriku??

Yang bisa aku lakukan saat ini hanya terdiam akan ke-Haluan ku sendiri. Aku pun mulai memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat yang mungkin membuatku sedikit rendah dihadapannya. “Haikak, perasaan akhir-akhir ini aku gak liat kaka deh?? Kaka kemana aja?” pesan itu pun langsung aku kirim dengan hari yang penuh dengan keraguan.

Yang aku harapkan saat itu fast respon dari dia, tapi lagi-lagi aku cuma halu. Waktu suda menunjukan pukul 02.00 WIB, aku pun mencoba untuk membuka pesan singkat yang tadi aku kirimkan berharap dia membalas pesanku.

Dan ternyata masih belum ada balasan apapun darinya. Perasaan ini pun semakin tidak bersahat, hingga akhirnya pukul 05.19 WIB ada sebuah pesan masuk yang mungkin pesan itu yang aku tunggu sedari tadi. Iya benar pesan itu dari Alban. “Kemarin aku tugas diluar, maaf ini dengan siapa ya” entah kenapa mata ini mulai berkaca-kaca saat membaca pesan dari seseoraang yang aku tunggu.

Tanpa berlama-lama lagi jari ini langsung saja membalas pesan singkat yang aku terima “ini aku Caca”. Aku harap pesan ini berkelanjutan, tapi nyatanya tidak.

Baca Juga:  Diiringi Luka, Dikuatkan Doa

Pesan ini hanya di read semata. Jika saat ini ada yang bertanya padaku Haancur? Yaaa.. Hancur, sangat Hancur.

Sepertinya rasa suka ini mulai beralih pada Cinta. Cinta sepihak, yang nantinya akan berujung haru atau mendapat kabar baik yang jelas aku masih meragukan semua itu.

Setiap Hari, setia Jam, bahkan setiap Detik yang ada dipikiranku hanyalah Alban. Sesosok pria berparas tampan dengan dibaluti hawa kharisma yang sangat menakjubkan.

 

* * *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *