Paradigma Pendidikan IPS dalam Konteks ke-Indonesiaan

Kuninganglobal.com Pendidikan memegang peran yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu bangsa, karena Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia demi pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungaan. Terlepas dari masalah-masalah yang dihadapi pendidikan, tujuan dari pendididkan merupakan merupakan usaha untuk menyiapkan peserta didik supaya dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya baik sekarang maupun waktu yang akan datang.

Pendidikan itu sendiri dapat dipandang sebagai  sosialisasi yang terjadi dalam interaksi sosial. Maka sudah sewajarnya bila seorang guru atau peserta didik harus berusaha menganalisis pendidikan dari segi sosiologi, mengenai hubungan antar manusia dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat (dengan sistem sosialnya). Adapun pendapat orang tentang suatu sikap tertentu yaitu sikap yang baik, harapan masyarakat dimiliki oleh peserta didik, tamatan para sekolah, tentunya dapat terbentuk dan tertanam melalui pendidikan sekolah.

Dalam sekelompok individu maupun masyarakat memiliki pandangan yang berbeda terhadap ilmu sosial yang dinamakan dengan paradigma. Kenapa berbeda? Karena paradigma itu ibarat kacamata yang kita lupa dan sedang kita pakai. Jika kacamatanya warna merah muda, dunia yang kita lihat akan berwarna merah muda.

Paradigma pendidikan IPS dalam konteks ke-Indonesiaan merupakan sebuah pola pikir seseorang terhadap pendidikan ilmu sosial yang telah disederhanakan dari ilmu-ilmu sosial yang berkembang pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP),  meliputi perkembangan masyarakat masa lampau hingga masa kini.

IPS yang diajarkan di SD/MI terdiri atas dua bahan kajian pokok: pengetahuan sosial dan sejarah. Bahan kajian pengetahuan sosial mencakup lingkungan sosial, ilmu bumi, ekonomi dan pemerintahan. Bahan kajian sejarah meliputi perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lampau hingga masa kini. Mengenai tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD/MI bertujuan agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari- hari. Misalnya, pengajaran sejarah bertujuan agar siswa mampu mengembangkan pemahaman tentang perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa kini, sehingga peserta didik memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan cinta tanah air.

Baca Juga:  Program Asistensi Mengajar di SD IT Al-Istiqomah Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan

Sumber: Anisa Sakina Andini dan Mila Marsely_PGSD 4D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *