Seminar Bulanan “Mencegah Kekerasan Terhadap Anak”

Kuningan, Walapatra.com – Para dosen Prodi PG-PAUD terus Perkuat wacana keilmuan dan berbagai skill serta pemahaman tentang dunia ke- PAUD’an bagi para mahasiswanya. Upaya tersebut mereka lakukan dalam acara seminar ‘bulanan’ atau seminar yang dilaksanakan setiap sebulan sekali.

Program seminar bulanan yang dilaksanakan oleh Prodi PAUD sebetulnya sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu saat Prodi PAUD masih dipimpin oleh Erna Juherna, M.Pd.I, meski telah berganti Kaprodi tapi program tersebut terus berlanjut dan masih sangat relevan hingga saat ini.

Bertempat di Aula Lantai 3 gedung baru Djarnawi Hadikusumo, Pada Senin (22/2/2021) kemarin, seminar tersebut diisi oleh narasumber Mira Mayasarokh, M.Pd, dosen PAUD jebolah Universitas Negeri Yogyakarta itu memaparkan topik tentang “Mencegah Kekerasan Terhadap Anak.”

Menurut laporan dari kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tercatat sejak Februari hingga Agustus 2020 ada sekitar 5.280an kasus kekerasan fisik bahkan seksual yang menimpa pada anak di Indonesia.

Berangkat dari latar belakang tersebut Mira Mayasarokh merasa terketuk hati serta jiwa untuk mengajak para mahasiswa agar mendapatkan edukasi pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak dengan cara memperlakukan pola asuh anak dengan sebaik mungkin.

“Di masyarakat kita ini banyak terjadi kekerasan baik yang disengaja atau tidak, dan asal tahu saja, banyak kekerasan yang terjadi dan itu bersifat lumrah, contohnya kekerasan dalam bentuk verbal.”

Ini yang sering terjadi di lingkungan masyarakat kita, bahkan kita menganggapnya itu wajar. Ini tidak boleh terjadi dalam pola asuh anak. Dengan kita berkata kasar pada anak, anak biasanya akan mendapat tekanan, baik jiwa, bahkan semakin sering anak dibentak dengan kata-kata kasar bisa berakibat pada terhambatnya sel saraf otak anak.

Baca Juga:  Pengen Ikut Kursus Bahasa Inggris? Join Class COBA GRATIS!!

“dan secara tidak langsung dari kekerasan verbal bisa berakibat pada terhambatnya perkembangan fisik juga,” terang Mira.

“dampak dari kekerasan verbal itu secara tidak langsung ke fisik dan psikis anak, dan akan merusak tumbuh kembang anak tersebut,” jelasnya lagi.

Kita semua berharap, baik sebagai calon pendidik atau pendidik, bahkan orang tua pada umumnya, tidak boleh mudah tersulut emosi oleh prilaku anak-anak kita.

“Prilaku anak yang dianggap kita gak baik mungkin saja untuk perkembangan anak itu bisa jadi sebaliknya. Jadi berkomunikasilah sebaik mungkin dengan anak, supaya anak tumbuh dan berkembang sesuai harapan kita semua,” harapnya.

Sekitar 90 mahasiswa yang didominasi oleh para calon ibu, begitu antusias mengikuti seminar sejak pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Bahkan pada sesi dialog, ada salah satu peserta bernama Nenti (mahasiswi semester 8), menceritakan pengalamannya, “kebetulan saya sudah menikah dan sudah punya anak, dulu saya pernah melakukan berbicara kasar pada anak saya. Saya bentak dia, bahkan saya cubit dia juga, dan setelah sekarang saya tahu kalau berkata dan membentak kasar itu bagian dari kekerasan, akhirnya saya sangat menyesal dan tidak mau mengulangi lagi,” ucap Nenti dengan nada dan raut wajah penuh penyesalan.

Di waktu yang sama, momentum seminar bulanan juga dijadikan ajang silaturahmi dan terus menjaga kekompakan bagi para dosen di lingkungan Prodi PAUD, yaitu dengan cara menggelar ‘arisan’ bulanan, terang Erik, M.Pd selaku Kaprodi PAUD kepada Walapatra.com (23/2)

Bulan lalu kegiatan serupa dilakukan melalui media teleconference, dan hari kemarin Alhamdulillah walaupun situasi pandemi yang belum reda 100% tapi kegiatan bisa terlaksana dengan baik, peserta pun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga:  Menuju Universitas, Majelis Diktilitbang Berikan Pendampingan Akademik kepada STKIP dan STIKES

Upaya pembentukan kompetensi mahasiswa akan terus kami lakukan, baik dengan workshop, pelatihan, atau parenting. Bahkan untuk pratek memahami perkembangan siswa saat ini di PAUD sangat mudah karena kami sudah buka Lab School TK dan PAUD yang bertempat di kampus, kata Erik lagi.

Erik juga mempromosikan kepada mahasiswa bahkan kerabat mahasiswa untuk bisa menyekolahkan putra putrinya di kampus STKIPM Ku.

Rencana seminar bulan depan akan diisi oleh narasumber Dodi Ahmad Khaerudin, M.Pd.I. (asa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *