11 Formatur Terpilih PDM Kabupaten Kuningan Periode 2023-2028 Dinyatakan Sah!

Kuninganglobal.com – Telah terpilih 11 Formatur Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kuningan Periode 2023-2028, yang disahkan pada Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-13. Bertempat di Kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan, hari Minggu (28/05/2023).

Diadakan satu kali dalam lima tahun. Musyda ke-13 mengusung tema “Memajukan Kuningan, Mencerahkan Jawa Barat”. Antusias seribu lebih simpatisan Muhammadiyah menghadiri Musyda. Bahkan hadir Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH., MH., dibuka langsung oleh PMW Jawa Barat. Hadir pula semua jajaran PDM Kuningan, Perwakilan PCM setiap kecamatan, Organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ortom Muhammadiyah (IPM, IMM, PD PM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, Nasyiatul Aisyiyah).

Kegiatan Musyda ini dilaksanakan selama 2 hari. Hari pertama telah dilaksanakan agenda Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) dan hari kedua untuk agenda Musyda. Dalam Muspimda ada 61 usulan calon ketua yang kemudian menjadi 33 orang dan sudah dilaksanakan pada Sabtu (27/05/2023). Peserta Muspimda diambil dari seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kuningan dengan Organisasi Otonom.

Hasil Muspimda terdiri dari 33 orang dihari pertama, dan inilah 11 formatur terpilih pada Musyda (28/05/2023). Suara terbanyak diraih oleh Dadan Rahmatun Ramdan dan dinyatakan sah menjadi Ketua PD Muhammadiyah Kuningan Periode 2023-2028. Sekretaris Sueb, M.Pd.I., Bendahara Nanang Abdurahman, M.Kom. Formatur mulai dari Sadam Husen, drg. Dalhari, Ceceng Bahtiar, S.Pd., Empi Adrapi, M.Si., Udin Tahriludin, M.Kom., Hermawan, S.Pd., M.Si., Wawang Anwarudin, M.Sc., Apt., dan Ojo Utarja, M.Hum.

Dalam penyampaian, Dadan Rahmatun Ramdan sempat menolak dan merasa kaget ketika melihat hasil suaranya berada diposisi puncak, “Bagi saya ini musibah karena namanya amanah itu berat untuk dilaksanakan. Sebenarnya perihal keinginan saja tidak ada. Saya kaget, apalagi menjadi Ketua PD Muhammadiyah. Saya lebih mensupport yang lain untuk maju sebagai pimpinan tapi sudah Allah takdirkan seperti itu,” ujarnya dengan rendah hati.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Mensos Juliari Batubara Jadi Tersangka Korupsi Bansos Covid-19

“Diantara rencana jangka pendek yaitu dengan percepatan penguatan internal, menguatkan pimpinan cabang yang belum terbentuk, kita menginginkan setiap kecamatan memiliki pimpinan cabang. Selanjutnya penguatan internal dalam proses ingin mengubah status STKIP Muhammadiyah Kuningan menjadi Universitas. Pimpinan Daerah Muhammadiyah tentu harus sukses mengawal. Penguatan internal lain, pembinaan keagamaan keorganisasian, baik ditataran pimpinan dan seluruh warga Muhammadiyah Kuningan,” sambungnya. (Deliya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *