Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di TPS 3 Songajaya di Desa Haurkuning

Kuninganglobal.com Sampah, merupakan hal yang tidak akan terlepas dari kehidupan kita. Sepanjang kita hidup, sampah akan sellu menjadi bagian dari kehidupan kita. Sampah merupakan sisa bahan rumah tangga atau industri yang berbentuk padat, cair, maupun gas yang telah dipakai penggunaanya dan dibuang. Sampah dapat berupa plastik, kertas, daun-daunan, dan lain sebagainya.

Sampah sampai saat ini menjadi permasalahan yang penting untuk diperhatikan oleh manusia. Sampah seringkali dibuang ke tempat yang tidak seharusnya seperti ke selokan, sungai, pantai, dan sebagainya. Ada pula sampah yang dibuang sesuai tempatnya seperti ke penampungan sampah, bahkan ada yang dimanfaatkan kembali menjadi suatu barang yang memiliki nilai jual atau keindahan.

Dalam mengelola sampah yang letaknya di Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, ada Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3 Songajaya. TPS ini berdiri pada tahun 2019 dibawah naungan Pemerintah Desa Haurkuning. Memiliki luas lahan ± 500 m2 dan memiliki 4 pekerja, TPS ini menampung segala jenis sampah rumah tangga yang ada di Desa Haurkuning., mulai dari sampah berbahan kertas, botol kaca, plastik, baju bekas, kaleng, dan lain sebagainya.

Bapak Suminto, yang merupakan koordinator dari TPS 3 Songajaya ini menjelaskan bagaimana TPS ini berdiri di desa ini, “TPS ini berdiri sejak 2019 dan sampai saat ini memiliki 4 pekerja aktif.  TPS ini juga bukan milik usaha sendiri, melainkan dari usaha milik desa yang mempunyai nama KSM Bumdes Songajaya. Dan untuk status lahan serta bangunannya dari Bengkot.” Jelasnya

Terkait pekerja dan SOP dalam mengelola sampah di TPS 3 Songajaya, Pak Suminto menjelaskan bahwa, “Untuk pekerja rata – rata orang yang dari tempat ini, dan waktu bekerja setiap harinya itu selama 7 jam. Untuk perekrutan pekerja tidak ada persyaratan khusus asal ada niat baik untuk mengelola sampah di Desa ini. Saat berkerja pun, pekerja disini juga dilengkapi alat perlindungan diri saat mengelola sampah seperti masker, sarung tangan, dan sepatu pelindung. ”

Baca Juga:  Beban Sekolah Daring Mempengaruhi Psikologis Anak

Teknis pengumpulan dan pengelolaan sampah di TPS ini memiliki jadwal pengumpulan sampah dengan dusun yang berbeda setiap harinya menggunakan kendaraan bak sampah. Pekerja akan mengumpulkan sampah dari satu rumah ke rumah lainnya. Proses dari hasil pengumpulan sampah yaitu terlebih dahulu sampah akan dicek isinya, kemudian dipilah dengan detail mana sampah yang masih layak dan yang tidak layak. Kemudian sampah yang layak pakai akan disimpan di stok gudang, dan dikirimkan ke perusahaan/pabrik sampah lain setiap minggunya. Sedangkan yang tidak layak pakai akan dibakar atau dikirimkan ke pusat Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) sampah.

Pak Suminto menjelaskan bahwa terdapat kesulitan dalam mengelola sampah selama berkerja di TPS 3 Songajaya, “Dulu pada tahun 2022, TPS ini menerapkan sistem 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, namun hal itu tidak bertahan lama mengingat kontribusi dan mengelolanya untuk didaur ulang membutuhkan biaya sehingga untuk saat ini hanya melakukan pengumpulan sampah saja dan melakukan penjualan ke pabrik – pabrik untuk sampah yang masih layak pakai.” tuturnya

Harapan Pak Suminto bagi masyarakat sekitar terhadap kegiatan TPS ini yaitu untuk lebih dalam kesadaran dan mendukung adanya program ini di Desa Haurkuning, agar tata kelola sampah di desan ini berjalan dengan baik dan pada akhirnya desa akan menjadi lebih bersih. Serta harapan bagi Pemerintah yaitu lebih konsisten mendukung program ini karena pemerintah juga dinaungi dan difasilitasi oleh Pemerintah Desa agar tetap berjalan dengan baik menuju Desa Haurkuning yang bersih dan sampah yang terkelola dengan baik.

Sumber: Ariska Julianti, Dinda Fadhialah Hijriyanah, Najma Nurfitriana, Nopi Novita, Syavina Ananda Suci (Mahasiswa Aktif PGSD Semester 4A)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *